Jumat, 24 April 2009

Think Borderless

Banyak orang berkata “Kita melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita”. Sebuah pernyataan yang sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Saat kita tidak mampu melakukan sesuatu, kita akan melakukan segala usaha yang dapat membuat kita mampu melakukan hal tersebut. Itu adalah hal yang wajar dan setiap manusia normal akan melakukannya. Namun bagi manusia yang kurang normal akan menyerah begitu saja.

Masalah lain muncul ketika kita sudah mampu untuk mencapai kapabilitas yang kita inginkan. Masalah itu adalah pertanyaan “Bisakah kita melakukannya lebih baik lagi?”. Orang bisa menanggapi pertanyaan ini sebagai sebuah tantangan atau masalah. Bagi orang yang menjawab bahwa pertanyaan itu adalah tantangan bagi dirinya untuk mengembangkan diri dapat dipastikan bahwa orang tersebut akan sukses dalam kehidupan.

Seringakali kita tidak berani mengambil resiko. Kita yang bertubuh pendek tidak berani terjun ke dunia perbolabasaketan, padahal hati kita mengetahui kalau bola basket sudah menjadi ‘passion’ kita dalam hidup ini. Kita tidak berani karena ada ‘dinding’ pengahalang dalam pikiran yang membatasi kita. Tragisnya, kita sendirlah yang membangun dinding itu. Awalnya kita begitu semangat berlatih bola basket, sampai suatu saat ada seorang berkata bahwa kita tidak akan sukses menjadi atlet bola basket karena tubuh kita yang menurutnya kurang ideal. Hari demi hari kita terus memikirkan apa yang dikatakan seseorang itu sampai pada akhirnya pikiran kita menyetujuinya dan akhirnya kita meninggalkan apa yang kita cintai dan menerimanya sebagai kenyataan hidup yang harus diterima.

Saat kita berpikir kalau kita bisa kita pasti bisa! Mungkin pada awalnya segala
sesuatu kita lakukan untuk mengejar hal yang mustahil. Namun, dalam perjalanan kita akan menemukan berbagai masukan yang akan mengantar kita ke gerbang kesuksesan. Jadi, janganlah hal-hal yang tidak memberdayakan menjadi faktor-faktor pemicu kegagalan kita.

Saat kita mampu menjadi seorang pebola basket handal, mampukah kita untuk menjadi yang lebih baik atau bahkan yang terbaik? Berpikralah seperti atlet, selalu berusaha memecahkan rekor. Baik rekor yang kita ciptakan sendiri atau yang orang lain ciptakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar